Moskow (KABARIN) - Rusia menegaskan Korea Selatan sebaiknya tidak ikut membiayai pengadaan senjata bagi Ukraina lewat inisiatif PURL dari NATO karena hal itu bisa memperpanjang konflik Rusia-Ukraina.
"Ini akan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada hubungan antara Rusia dan Korsel," kata Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu. Ia menambahkan Rusia mungkin akan menggunakan haknya untuk melakukan pembalasan.
Zakharova mengaku Moskow kaget dengan kabar kemungkinan partisipasi Seoul dalam program tersebut karena bertentangan dengan posisi resmi Rusia.
Ia menegaskan bahwa Rusia menghargai sikap Korsel yang resmi menolak terlibat dalam upaya kolektif Barat untuk memasok senjata dan amunisi ke pasukan Ukraina. Sikap itu dianggap penting agar hubungan Rusia-Korsel bisa pulih di masa depan.
Sementara itu, The Korea Times pada Jumat (20/2) melaporkan bahwa NATO sudah menghubungi pihak Korsel dengan permintaan untuk ikut dalam program PURL.
Program PURL sendiri diluncurkan NATO musim panas lalu sebagai respons terhadap perubahan kebijakan Amerika Serikat soal pasokan senjata gratis ke Ukraina. Mekanismenya, Kyiv mengajukan permintaan darurat untuk senjata, lalu anggota NATO membiayai pembeliannya dari AS.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026